Sunday, December 16, 2012

[SS501_Fanfiction] Daesung's Gender Bender | By: zuSaeng501


Daesung’s Gender Bender

   

Details:
Title          : Daesung’s Gender Bender [Kasus pencurian bra]
Author      : Zusli aka Shin Sung Young
Genre      : School, friendship, comedy
Category : Fanfiction, oneshoot

Casts:
-         Shin Sung Young (Shin Joo Young)
-         Heo Young Saeng (Heo Young Je)
-         Other SS501’s personnels
-         Other Casts

Thanks to God, casts, and readers..

P.S: Sebelumnya semua FFku pernah aku post di FB :) 

~♂♀~

            “Kyaaaaa! Sepertinya giliran punyaku yang hilang!”
            Beberapa yeoja langsung mendekati Sung Young yang tampak kebingungan mengobrak-abrik almarinya. Satu per satu bajunya tergeletak di lantai, almarinya tampak kacau, sangat berantakan. Walau begitu, pakaian yang dicarinya tidak ketemu, padahal itu pakaian favoritnya yaitu sebuah bra berwarna biru pemberian eomma.
            “Kami berani bertaruh kalau bukan salah satu diantara kami yang mengambilnya. Kau percaya, kan?” Kata salah seorang yeoja dari 3 yeoja yang mengerubungi Sung Young.
            “Tentu saja! Ini pasti ulah orang luar! Bukankah musibah ini sudah berulang puluhan kali? Pertama, bra yeoja di kamar sebelah hilang bulan lalu. Berikutnya milik Yoora eonni, sunbae kita yang sexynya bukan main itu. Belum lama ini milikmu, kan Misa? Lalu punyaku! Aish~ Aku yakin masih banyak kejadian serupa yang dialami oleh yeoja-yeoja di Daesung. Hanya saja, mereka tidak menyadarinya. Ini sungguh keterlaluan! Bagaimana kalau bra-bra itu disalahgunakan? Kita tidak boleh membiarkan ini terus-menerus atau yeoja di Daesung akan kehilangan semua pakaian dalam. Pencuri bra itu harus ditangkap dan diberi pelajaran!!”
            “Bagaimana kau yakin kalau bramu dicuri?” Kali ini seorang yeoja cantik dengan tubuh berisinya yang angkat bicara.
            “Hae Bin-ah, bukankah kemarin kau melihatku merapikan almari? Nah, saat itu aku masih melihatnya dan berencana memakainya hari ini.”
            “Okey, lalu apa yang akan kau lakukan?”
            “Tentu saja menyelidikinya. Kita mulai dari sini, siapa tahu ada petunjuk.”
            Sung Young mengambil pakaian-pakaiannya yang tercecer di lantai. Matanya menjelajah ke segala sudut berharap melihat sesuatu yang mencurigakan. Teman-temannya akhirnya ikut membantu memunguti pakaian Sung Young dan ikut mencari petunjuk yang mungkin dengan cerobohnya ditinggalkan oleh si pencuri.
            Sung Young dan tiga teman sekamarnya, Misa, Hae Bin, dan Hera adalah murid level 2-Brilliant dari Daesung Senior High School, Seoul yang memilih untuk tinggal di asrama sekolah daripada bolak-balik dar rumah ke sekolah karena memang rumah mereka cukup jauh. Shin Sung Young, gadis manis dengan kulit kecoklatannya itu berasal dari Gwangju. Kang Hae Bin, si montok yang cantik itu berasal dari Busan. Goo Misa yang berambut ikal dan memiliki tubuh paling tinggi diantara ke3 temannya tinggal di Incheon. Sedangkan Cho Hera, si gadis mungil berambut pirang berasal dari Gangnam.

            “Sung Young-ah! Lihatlah.”
            Hae Bin menemukan sebuah benda yang terjepit di pintu almari, seutas tali dengan beberapa manic-manik yang tersusun indah. Sung Young langsung menyambar dan menatap tajam benda itu. Itu sebuah gelang! Gelang bertali coklat dengan salah satu maniknya terukir tulisan ‘H. Young Saeng’.
            “Siapa H. Young Saeng?”  Tanya Hera.
            “Dia pasti yang mengambil bramu karena sepertinya salah satu dari kami tidak ada yang memiliki gelang itu.” Kata Misa sambil menatap takjub gelang yang menurutnya indah. Simple tapi terkesan elegan dan keren.
            “Aku tidak tahu siapa H. Young Saeng. Tapi aku yakin dia seorang namja karena sebenarnya aku pernah mendengar nama itu. Namja Daesung yang berani-beraninya mengambil pakaian dalam wanita.” Sung Young meremas gemas gelang itu diiringi tatapan horror ketiga temannya. “Aku akan menyusup ke asrama namja!”

~♂♀~

            “Kau yakin akan menyusup ke asrama namja?” Hera terlihat sibuk mengobrak-abrik almarinya, mencari sebuah topi untuk melancarkan aksi penyamaran Sung Young.
            “Yakin 501%! Doakan saja aku berhasil membawa semua pakaian dalam yang dicuri dan memberi pelajaran pada namja iseng bernama H. Young Saeng itu.”
            “Okey, sekarang kau sangat tampan, sayang.” Misa selesai memakaikan topi Hera ke Sung Young dan menata rambutnya.
            Sung Young berdiri, melihat dirinya di pantulan cermin dengan bangga. Lihatlah, sosoknya yang selalu modis dengan dandanan feminim bertransformasi menjadi sosok tampan bertopi. Rambutnya yang panjang diikat dan diselipkan ke topi sehingga hanya poninya yang terlihat, membuat rahang dan leher jenjangnya terlihat dengan jelas. Rok-rok pendeknya sudah berubah menjadi celana jeans yang dipadukan dengan kaos hitam pemberian Oppanya yang tidak pernah dipakainya karena terlalu polos dan seperti namja menurutnya. Tapi nyatanya kaos itu sangat berguna sekarang. Ditambah dengan kemeja panjang berwarna hijau yang tidak dikancingkan semua membuat Sung Young benar-benar terlihat keren dan tampan di mata sahabatnya. Tidak lupa bagian tubuh Sung Young dibelit kain agar tidak memperlihatkan lekuk tubuh yeojanya.
            “Hei, namja! Mau dong jadi pacarmu.” Goda Haebin sambil merangkul lengan Sung Young manja membuat yeoja itu risih setengah mati. Dua teman lainnya hanya tertawa melihat kekonyolan Hae Bin.
            “Geurae, let’s go!”
            Dengan semangat 45, Misa, Hae Bin, dan Hera mengikuti Sung Young menuju asrama namja yang membutuhkan waktu 5 menit perjalanan dengan jalan kaki, sambil sembunyi-sembunyi tentunya.
            Hari ini kebetulan liburan musim panas, sehingga 4 yeoja itu dapat dengan bebas keluar masuk asrama dan sekolah tanpa ada jadwal aktivitas. Untuk liburan musim panas mereka memang tidak pernah pulang, bahkan hampir seluruh murid namja pun tidak pernah pulang. Mending tetap di asrama, berkumpul bersama teman-teman, membuat eksperimen dan pengalaman baru yang lebih menantang seperti yang dilakukan sekarang. Ini sudah seperti bermain detektif, menyelidiki siapa tersangka yang bertanggung jawab atas hilangnya pakaian dalam yeoja Daesung.

            “Nah, aku akan masuk sekarang.”
            “FIGHTING, sayang!” Teriak ketiga temannya semangat.
            Sung Young menghela nafas dalam, menyiapkan dirinya untuk masuk ke bangunan besar itu. Dengan keberanian yang ia kumpulkan, langkahnya diarahkan menuju pintu utama asrama. Sepi, lorong utama asrama itu nampak sepi. Yeoja itu menghela nafas lega, diteruskan langkahnya menyusuri lorong panjang itu, berusaha menemukan tanda-tanda si pencuri bra.
            Bruk! Karena terlalu gugup, Sung Young malah menabrak seseorang di persimpangan koridor membuatnya terjengkang begitu juga dengan namja yang ditabraknya.
            “Yaaa! Kalau jalan hati-hati, dong.” Omel seorang namja berkulit sangat putih pada Sung Young yang masih terduduk di lantai. Namja tadi segera membantu temannya yang terjatuh. Kini dua orang namja sudah berdiri tegak di hadapan Sung Young yang menunduk takut.
            “Apa aku harus menolongmu berdiri?”
            Namja berambut hitam yang tadi terjatuh sekarang jongkok di hadapan Sung Young, mengamati orang asing di depannya dengan mata sipitnya. Sung Young dapat dengan jelas melihat wajah namja yang ditabraknya. Yeoja itu sedikit tersentak ketika melihat sebuah senyuman terukir di wajah si namja yang menurutnya, umm…sangat manis.
            “Berdirilah! Mianhaeyo, mungkin karena terlalu asyik bercanda dengan Hyung Jun, aku tidak memperhatikan kehadiranmu.” Sung Young tersadar dan segera menerima uluran tangan si namja yang ingin membantunya berdiri.
            “Geurae, aku pergi dulu.” Si namja menepuk pundak Sung Young dan mengajak temannya yang putih seperi tembok berjalan itu untuk pergi. Sung Young masih saja terdiam, merasa aneh semnjak kejadian yang dialaminya beberapa detik lalu.
            “Hey! Topimu bagus.” Kata si namja putih yang tadi diketahui bernama Hyung Jun sambil berlalu. Sung Young hanya tersenyum.
                  
            “Huh, apa itu tadi.”
            Sung Young yang akan melanjutkan perjalanan tapi tiba-tiba ia dihadang oleh dua orang namja. Namja tinggi berambut merah serta berkacamata dan seorang namja berambut pirang yang sedang menikmati jus. Jantung Sung Young bekerja cepat lagi saat ditatap aneh oleh dua namja itu.
            “Kau anak baru? Aku belum pernah melihatmu.” Tanya si namja berkacamata sambil mendekati Sung Young, menyelidikinya, meneliti setiap jengkal tubuh Sung Young yang sukses membuat yeoja itu risih.
            “Ish, jangan mentap seperti itu.” Protes Sung Young dengan suaranya yang sengaja dibuat-buat berat seperti namja.
            “Ah, namja ini kurus dan pendek sekali. Lihatlah Hyun Joong-ah, dia hanya sebahuku, hihi.” Si namja berkacamata berdiri tegak di samping Sung Young, membandingkan tinggi mereka yang hanya dibalas Sung Young dengan cibiran.
            “Yah, kau benar, Jung Min-ah. Tapi, setidaknya dia lebih tampan darimu.”
            “Hiyaaa! Tidak bisa! Kau buta, ha? Lihatlah, namja tinggi di depanmu ini adalah namja PALING TAMPAN di Daesung!” Kata namja bernama Jung Min itu sambil melepas kacamatanya, memasang gaya sok cool dan tampan membuat Hyun Joong berpura-pura seperti akan muntah.
            “Ne, ne, ne, namja tampan yang ditolak 5 yeoja.”
            “Yaaaaa! Itu tidak benar! Aku yang menolak mereka, tau!”
            Sung Young hanya bengong sedari tadi melihat perdebatan konyol tak penting ini.

            “Oh, iya, siapa namamu anak baru?” Hyun Joong beruaha tidak mempedulikan Jung Min yang sedang mengomel-ngomel sendiri.
            “Oh, joneun Shin..umm..Shin Joo Young imnida.”
            “Joo Young-ssi? Ah ya, namaku Kim Hyun Joong, bangapta.”
            “Dan aku Park Jung Min yang berkarisma, catat itu.” Sung Young hanya terkekeh mendengar kenarsisan namja satu itu.
            “Ck, panggil saja dia mal (Mal = Horse). Kkaja ikut kami ke cafetaria!” Hyun Joong langsung merangkul Sung Young, sok akrab, sambil berjalan meninggalkan Jung Min yang terdiam.
            “Hyaaa, tuan alien!! Jangan pernah memanggilku mal atau kau akan kugigit! Hey, hey, kalian! Jamkkanman!!!”

~♂♀~

            “Jadi, mana yang namanya Young Saeng?”
            Sekarang Sung Young, Hyun Joong, dan Jung Min sudah duduk manis di cafetaria sambil menikmati jus dan kue. Sung Young sengaja mentraktir Hyun Joong dan Jung Min untuk menarik hati mereka, berharap dua namja itu bisa memberikan informasi tentang murid namja di Daesung dan berharap bisa langsung mengetahui siapa pencuri bra itu.
            “Kau lihat tiga namja di sana? Namja berambut coklat dan…bukankah 2 lainnya itu sudah bertemu denganmu?”
            Sung Young menengok kearah yang ditunjuk Hyun Joong. Matanya langsung terpaku pada namja berambut hitam yang ia tabrak tadi. Yah, namja dengan tatapan lembut dan senyum menawan.
            “Mereka bertiga itu ‘3 men’nya Daesung. Kekerenan, ketampanan, dan kepintaran mereka membuat namja-namja envy, para seonsaengnim bangga, dan pastinya membuat yeoja-yeoja terpesona. Tidak sedikit yeoja yang ingin menjadi pacar salah satunya.”
            Sung Young hanya mengangguk-angguk malas. Selama di Daesung ia tidak penah tahu kalau ada manusia-manusia popular seperti 3 namja yang sedang tertawa-tawa itu. Mungkin karena memang Sung Young dan ketiga temannya tidak tertarik dengan hal-hal itu. Mereka akan lebih tertarik pada isu adanya hantu namja di toilet atau isu-isu pembunuhan di Daesung. Tapi sayang sekali kejadian itu jarang sekali terdengar.
            “Hm, kalian juga iri pada kelebihan-kelebihan mereka?”
            “Hahahaha, kalau aku sih tidak. Aku merasa sudah cukup tampan, pintar, bahkan punya 3 pacar. Aku tidak suka mengumbar kepopuleranku, cukup begini saja apa adanya, berpenampilan sederhana dan berteman dengan kuda liar. Ini semua sudah membuatku bersyukur.”
            Pletak! Jung Min menjitak Hyun Joong karena secara tidak langsung menyebutnya kuda. Sung Young lagi-lagi tertawa melihat tingkah lucu Jung Min. Ia merasa kagum dengan kata-kata Hyun Joong. Tapi…ada beberapa hal yang membuatnya tidak suka. Yaitu pengakuan Hyun Joong tentang pacarnya yang ada 3 dan ketidaksopanannya memanggil Jung Min dengan sebutan kuda liar. Padahal menurut Sung Young, namja bernama Park Jung Min itu tidak seperti kuda, malah terlihat tampan. Mungkin yeoja-yeoja menghindarinya karena tingkahnya yang sedkit ‘gila’ dan ‘liar’ seperti kuda *LOL*.

            “Ish, jangan menjitakku!! Joo Young-ssi, Jung Min ini salah satu namja yang iri dengan kepopuleran mereka. Si kuda selalu berusaha berpenampilan keren agar banyak disukai yeoja. Tapi nyatanya…”
            “Anieyo! Jangan percaya pada tuan alien.”
            “Jung Min-ssi, menurutku kau lebih tampan dan keren jika menjadi dirimu sendiri. Dengan sifatmu yang kocak dan bebas, aku yakin tidak sedikit yeoja yang menyukaimu, percayalah. Asalkan tidak terlalu berlebihan.”
            Jung Min bungkam, terdiam merenungkan kata-kata Sung Young. Yeah, yeoja itu benar. Jung Min menjadi malu sendiri.
            “Mungkin kau benar.”
            “Tentu saja. Ah, kalian belum menjawab pertanyaanku. Mana yang namanya Young Saeng?”
            “Geurae, lihat ini. Young Saeng-ssi!!” Hyun Joong berteriak, memanggil salah satu dari tiga namja yang tadi dibicarakan. Ketiganya menengok merasa terkejut mendengar teriakan Hyun Joong yang menggema di seluruh cafeteria yang sepi. Bahkan ahjussi penjaga cafeteria juga menengok.
            “Ne? Ada apa?”
            Sung Young terbelalak. Ternyata, namja berambut hitam itu, dengan senyum manis itu, dan nama yang tadi ditabrak Sung Young adalah Young Saeng, si pencuri bra! Tidak disangka, anggota dari 3 namja popular ternyata begitu pervert, berani-beraninya menyusup ke asrama yeoja dan mencuri bra. Sung Young mengeluarkan evil smirk, merasa sudah menemukan targertnya.
            “Oh, anieyo. Dia yang mencarimu.” Sung Young yang disenggol Hyun Joong langsung merubah ekspresinya, kaget. Sekarang tiga namja popular itu menatap Sung Young, membuat yeoja itu mematung takut. Salah satu dari mereka yang tadi bernama Hyung Jun berbisik ke Young Saeng.
            “Ah, senang bertemu denganmu lagi.” Ucap Young Saeng sambil tersenyum.
            “A~ ne.”

~♂♀~

            “Daritadi kau membicarakan tentang Young Saeng. Memang ada apa, sih? Apa hubunganmu dengannya?”
            Sekarang, mereka bertiga tengah berkumpul di perpustakaan sekalian membantu Hyun Joong menyelesaikan tugas Bahasa Inggris.
            “Jangan-jangan kau tertarik dengannya?” Kata Jung Min sambil menunjuk-nunjuk kening Sung Young.
            “Ish, bukan seperti itu. Umm…Apa kalian tahu mengenai kasus pencurian bra di asrama yeoja?” Hyun Joong yang sedari tadi focus pada tugasnya langsung ikut bergabung mendengarkan.
            “Hahaha, bagaimana kau bisa tahu? Yah, akhir-akhir ini kudengar memang ada kasus seperti itu. Jangan-jangan kau yang mencurinya.”
            “Hey, kuda! Jaga bicaramu, ck. Aku tidak sepervert itu.”
            “Tapi Mr.Alien, aku melihat bra di tasmu! Atau…jangan-jangan kau memakainya?”
            “AISH! Sebenarnya itu milik eomoni, tidak sengaja terbawa olehku.”
            “Hahahaha, alasan basi.”
            “Kau menyebalkan sekali nyonya Mal!” Hyun Joong menjitak jidat lebar Jung Min.
            “Hiyaaa! Neo jinja!!” Karena tidak terima, Jung Min balas menjitak Hyun Joong. Begitu sebaliknya sampai mereka merasa lelah dan kesakitan.
            Sementara Sung Young hanya bisa menghela nafas melihat kekonyolan mereka, lagi. Dia terus terdiam, memaksa otaknya untuk bekerja memikirkan rencana yang akan dilakukannya nanti. Yah, Sung Young berniat menyusup di kamar Young Saeng hari ini juga. Semakin cepat kebenaran itu terungkap, maka semakin baik dan Sung Young tidak harus berlama-lama menggunakan pakaian seperti ini serta bergaul dengan namja-namja aneh. Menurut jadwal yang ada di mading, kebetulan sore ini asrama 501 --termasuk 3 men dan Hyun Joong serta Jung Min-- ada latihan sepak bola. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Sung Young.

            Atas bantuan Hyun Joong, Sung Young menjadi tahu letak kamar Young Saeng yaitu berada di lantai 2. 3 men benar-benar mendapat perlakuan istimewa, mereka diperbolehkan mendiami 1 kamar untuk 1 orang. Padahal kamar yang lain didiami 3 hagsaeng. Dengan hati-hati yeoja itu memasuki kamar Young Saeng yang kebetulan sekali tidak dikunci. Wow, kamar ini begitu besar dan sangat rapi, tidak seperti kamar namja yang selalu ia bayangkan. Sejenak Sung Young kebingungan, mau memulai mencari darimana mengingat berang-barang di kamar ini sangat banyak. Akhirnya Sung Young memilih melihat-lihat almari Young Saeng.
            Pintu demi pintu dibukanya, tapi tidak ada satu pakaian pun yang terlihat seperti milik yeoja. Sung Young sedikit gugup dan wajahnya memerah saat mencari pada bagian pakaian dalam.
            “Ini menjijikkan -_-“
            Walau isi almari itu sudah awut-awutan, yeoja itu tidak kunjung menemukan apa yang ia cari. Ok, saatnya pindah ke barang yang lain. Dia membuka-buka loker yang berjejer rapi di samping tempat tidur. Ah, ternyata Isinya hanya barang-barang tak penting dan buku-buku. Sung Young sudah mengeluaran banyak keringat mengingat kamar ini sangat panas dan ia terus-terusan bolak-balik kesana-kemari. Ditambah lagi senam jantung, takut kalau-kalau ada seseorang yang tiba-tiba masuk.
            ‘Cklek’
            DEG! Jantung Sung Young berasa melompat melihat gagang pintu kamar bergerak. Gawat! kalau tidak segera sembunyi, Sung Young bisa ketahuan. Yeoja itu tentu sangat panik tapi berusaha tetap tenang. Dicarinya tempat yang memungkinkannya untuk bersembunyi. Gocha! Dia akhirnya memilih untuk bersembunyi di bawah ranjang.

            “Y..Young Saeng! Aku pinjam kamar mandinya ya… aissh, bodoh sekali aku meninggalkan kunci kamar di lapangan.”
            Namja yang sedang terburu-buru itu --karena menahan sesuatu-- langsung masuk ke kamar mandi. Sung Young yang sempat menahan nafas karena tegang langsung menghela lega. Dengan hati-hati tanpa menimbulkan suara dia berusaha keluar dari tempat persembunyiannya dan bergegas keluar dari kamar berbahaya ini, memutuskan untuk mencari lagi di lain kesempatan.

~♂♀~

            “Eottokhae?? Eottokhae?”
            Sung Young langsung dikerubungi ketiga temannya begitu sampai di kamarnya, yah, Sung Young memutuskan untuk kembali ke asrama yeoja setelah mendengar keributan di asrama 501 karena Young Saeng gusar mengetahui kamarnya berantakan.
            “Walau aku sudah menemukan si Young Saeng itu, tetap saja aku belum menemukan bra-bra yang dicuri.”
            “Aigoo, pintar sekali namja itu menyembunyikannya. Jangan-jangan, dia sudah menggunakannya untuk ritual memelet yeoja-yeoja Daesung.”
            “Hust, Haebin-ah, jangan berpikir yang tidak-tidak! Kau mau dipelet oleh namja mesum itu, ha?”
            “Hehehe, bukan maksudku Misa-ah, umm..by the way seperti apa Young Saeng itu? Pasti dia namja yang jelek sehingga tidak ada yeoja yang mau mendekatinya.”
            Sung Young terdiam sejenak, berusaha mengingat wajah Young Saeng dan..senyum namja itu terus saja muncul membuat pipinya membara seketika. Digeleng-glengkan kepalanya cepat berusaha menepis sesuatu yang aneh yang merasuki dirinya.
            “Err, menurutku sih Young Saeng itu tidak jelek. Apa kalian tahu 3 men? 3 namja popular di Daesung?”
            “Ah, aku pernah mendengar dari yeoja-yeoja centil di kelas. Mereka bilang 3 men itu seperti malaikat.” Ucap Hera sambil mengingat-ingat. Mata Misa dan Haebin seketika berbinar.
            “Huh, Young Saeng itu salah satu anggotanya!” Perkataan Sung Young sontan membuat ketiganya terbelalak tak percaya. Sama seperti pemikiran Sung Young, tenryata 3 namja popular yang dibanggakan sekolah bisa sepervert itu.
            “Oh, joasseo! Sekarang aku tahu. 3 men itu nama lainnya adalah 3 yadong angels, hahaha.” Kali ini perkataan Haebin membuatsemuanya tergelak, seketika kamar asrama nomor 55 ini begitu ramai dengan tawaan dan candaan mereka.

            ‘tok tok tok!’
            Empat yeoja cantik yang sedang terbahak itu langsung bungkam mendegar pintu kamar mereka diketuk. Sung Young yang posisinya lebih dekat dengan pintu tergerak untuk membukanya, penasaran dengan siapa yang mengetuk.
            “Annyeong hasseyo.”
            Seorang yeoja tinggi langsung membungkuk ketika pintu itu terbuka, membuat Sung Young terkejut. Ia mengernyit mendapati seorang yeoja berseragam sama dengannya tapi nampak asing di matanya. Yeoja dengan rambut panjang lurus kehitaman dan tubuh yang sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan yeoja lainnya serta sangat tinggi. Tapi tidak bisa dipungkiri, yeoja itu sangat cantik dan manis saat tersenyum menampakkan 2 lesung pipi yang menghiasi wajah chubbynya. DEG! Dada Sung Young langsung tersentak melihat itu, dia merasa aneh dan familiar dengan sosok dihadapannya.
            “Enngg, gwaenchanayo?” Yeoja asing itu mengernyit heran mendapati Sung Young melamun.
            “Oooh, ne. Um, nuguseyo?”
            “Na? Joneun Heo Young Je imnida. Aku murid pindahan dari Gwangju. Oiya, Jung Seonsaengnim menyuruhku untuk tinggal di asrama no.55. Mohon bantuannya.” Lagi-lagi yeoja itu membungkuk. Pengakuan barusan membuat Misa, Haebin, dan Hera terbengong-bengong. Wuah, tidak menyangka kamar mereka akan dihuni oleh satu makhluk lagi.
            “Jinjayo? Ah, kalau begitu selamat datang di club kami!” Ucap Sung Young seraya mempersilakan yeoja tinggi itu.

            “Annyeong yeorobeun.”
            “Annyeong! Young Je-shi, tapi kau harus menuruti peraturan di sini.” Ucap Haebin sambil memasang tampang angkuhnya.
            “Um, peraturan yang seperti apa misalnya?”
            “Pertama, kami tidak suka jika ada yeoja yang berlebihan menggosip tentang namja.”
            “Kedua, penghuni kamar no.55 tidak boleh pelit, harus saling berbagi.” Sambung Hera.
            “Ketiga, Kita harus saling menolong dan bekerjasama dalam menjalankan sebuah misi.” Lanjut Misa.
            “Keempat, Tentu saja kita tidak boleh takut, malas, dan bermulut besar, arraseo?” Sung Young sedikit menekankan kata-katanya sambil berkacak pinggang. “Tapi, masih ada beberapa peraturan yang menyusul.”
            “Wah, Aku kira perturan seperti apa, hmm..itu peraturan yang sangat mudah. Tentu aku akan berusaha semaksimal mungkin mematuhinya. Kalian sepertinya teman-teman yang sangat baik dan menyenangkan.” Kelimanya tersenyum bahagia. Sung Young, Haebin, Misa, dan Hera langsung menyalami Young Je sambil memperkenalkan diri tentunya. Dengan cepat mereka sudah akrab dan terlihat seperti sahabat yang sudah lama.

            “Ommo, Young Je. Aku tidak pernah tahu ada yeoja yang tangannya sebesar ini.” Haebin membandingkan telapak tangannya dengan telapak tangan Young Je yang jauh lebih besar darinya. “Tapi kulitmu sangat halus.”
            “Hehehe, karena aku suka bekerja keras, tanganku menjadi lebih kekar dan besar. Haha, lagipula ini keturunan.”
            “Ah, lihatlah dadamu. Kau juga suka bekerja keras dengan itu?*plak*” Perkataan kurang ajar Sung Young sukses membuatnya mendapat 3 toyoran dari Haebin, Misa, dan Hera. Sementara Young Je hanya tertawa tidak merasa tersinggung sedikitpun karena dia tahu kalau Sung Young hanya bercanda.

~♂♀~

            “Jadi, apa maksud kalian mengenai sebuah misi?”
            Young Je akhrinya bertanya karena saking penasarannya daritadi keempat teman barunya itu membicarakan sebuah misi. Dia menjadi semakin penasaran karena asrama namja disebut-sebut.
            “Saat ini kami berempat khususnya Sung Young sedang menyelidiki sebuah misi yang butuh ketelitian, kehati-hatian, dan keberanian tentunya. Misi mengenai kasus yang tidak boleh dibiarkan teus-menerus karena ini menyangkut keselamatan yeoja Daesung.”
            “Sudahlah Haebin, biasa saja kalau bercerita.” Omel Misa karena Haebin terlalu mendramatisir, kebiasaan.
            Young Je hanya menatap Sung Young penasaran, berusaha mencari kejelasan pada yeoja yang tengah terdiam mengaduk-aduk jusnya dan sesekali Young Je merasa Sung Young mencuri kesempatan untuk memperhatikannya. Bahkan Young Je juga melakukan hal sama, sesekali memperhatikan Sung Young karena merasa yeoja itu terlihat begitu familiar. Tapi…di mana mereka pernah bertemu?
            “Ah, ya. Kau tidak tahu? Sekarang ini sedang marak terjadi kasus hilangnya pakaian dalam terutama bra. Ini tidak bisa dibiarkan, bukan?” Akhirnya Sung Young membuka suara, mengusir atmosphere yang sedikit canggung walaupun tangannya tetap tidak mau diam, terus mengaduk-aduk jusnya.
            “Jinjayo? Siapa yang melakukannya?”
            “Nah, maka dari itu kami berusaha menyelidiki siapa pelakunya dan kalau bisa menangkapnya, membuatnya jera, atau memberinya pelajaran yang tidak akan pernah ia lupakan.” Kata Hera tampak semangat.
            “Dan kami mengira bahwa pencuri itu adalah murid Daesung juga, lebih tepatnya murid namja.” Sambung Misa.
            “Dan juga…salah satu dari kita punya ide jenius dengan menyamar sebagai namja dan menyusup secara diam-diam di asrama namja.” Lanjut Haebin.
            Young Je menghentikan aktivitas memakan wafflenya --yah, mereka berlima sedang di cafeteria-- Sedikit kerutan tercipta di dahinya tanda yeoja itu heran. Atau, dia mungkin sedang memikirkan sesuatu. Sejenak tatapannya beralih kearah Sung Young yang juga menghentikan aktivitas memainkan minumannya.
            “Umm, memang siapa yang menyamar?”
            “Ahh~siapa lagi yang bisa setampan dan sekeren itu jika bukan Sung Young. Aish, aku benar-benar naksir kamu!!”
            Haebin dengan genit menyenggol-nyenggol lengan Sung Young dan sukses yeoja iu mendapat toyoran. Sung Young yang merasa aneh terus diperhatikan dengan tatapan yang tidak biasa langsung menghentikan aktivitasnya membully Haebin. Sejenak ia berdeham.
            “Yeaah, dan aku tahu siapa pelakunya. Dia salah satu anggota namja popular di Daesung.  Namanya…Young Saeng!”

~♂♀~

            Keesokan harinya, Sung Young memutuskan untuk melanjutkan aksinya. Tentu dengan bantuan dan support ketiga sahabatnya plus anak baru itu. Sekarang dia sedang bersiap, mengganti baby dollnya dengan pakaian namja. Kali ini sebuah kaos putih polos dilengkapai dengan jaket baseball berwarna hijau kesayangannya. Tidak lupa topi Hera dipakainya untuk menutupi rambut panjangnya.
            “Aduh, kau selalu terlihat tampan.”
            “Apanya? Ini jelek sekarli, Hae!”
            “Haha, kkaja kkaja! Eh, Young Je-ah, kenapa daritadi kau menutup matamu? Masih mengantuk?” Tanya Hera heran melihat sedari tadi anak baru itu hanya terdiam, berbaring di kasur, memeluk boneka angry bird Sung Young sambil terpejam.
            “Mwo? Umm..anieyo. Apakah kita akan berangkat sekarang? Jja!”

            Akhirnya berangkatlah 5 yeoja itu beriringan menuju asrama namja. Dengan segenap keberanian dan mental yang telah dipersiapan, Sung Young berjalan perlahan menuju halaman namja yang tampak sepi karena ini masih pagi. Biasa, namja-namja akan malas terbangun di hari libur. Apalagi udara saat ini begitu dingin.
            “Sung Young-ah! Bisakah aku ikut denganmu?” Kata Young Je sedikit keras mengetahui Sung Young berada agak jauh di depannya. Misa, Haebin dan Hera menatap Young Je tajam merasa yeoja itu terlalu berisik.
            “Jebal, aku..aku ingin terlibat dalam misi ini, bisakah? Aku akan membantumu.”
            “Huh, neo. Sudah tidak ada waktu, jja!”
            Sung Young langsung menarik Young Je. Kali ini mereka berjalan memutar tidak memasuki pintu utama mengingat Young Je tidak menyamar. Mereka mencoba memasuki pintu lain. Young Je hanya bisa mengikuti Sung Young dari belakang. Gocha! Mereka menemukan pintu tepat di sisi kanan gedung. Baru saja Sung Young akan membukanya, gagang pintu itu bergerak-gerak tanda ada seseorang yang akan membukanya dari dalam.
            BRUK! Karena terburu-buru berbalik, Sung Young malah menabrak Young Je yang sedari tadi berdiri di belakangnya. Hup! Sung Young berasa membeku merasakan tangan Young Je menahannya agar tidak terjatuh begitu menabraknya. Wae? Kenapa seperti ini? Sejenak waktu di antara mereka serasa berhenti. Sung Young seperti orang bodoh terus saja menatapi wajah Young Je yang sama terkejutnya.
           
            “Joo?? Aigooo..pagi-pagi sekali kau sudah bercumbu dengan kekasihmu.”
            Young Je serentak mendorong Sung Young menjauh membuat punggung yeoja itu menabarak tembok gedung. Oh, ternyata itu Jung Min.
            “Hey! Tidak seperti yang kau bayangkan! Ck.”
            “Aah, tenanglah chingu, aku tidak akan bilang kepada siapa-siapa. Woah! Yeojachingu sangat sexy. Ckck, darimana kau mendapat yeoja setinggi ini bahkan melebihimu, ah, dan dia sangat montok.” Sung Young terus saja terkikik dalam hati mendengarnya. Sementara Young Je hanya menatap tajam Jung Min yang memandangnya dengan tatapan mesum.
            “Huh, jangan menggodanya. Jadi, kau sudah bangun? Aku kira kau masih mendengkur di kandangmu.”
            “Pendek! Kau sudah tertular Mr.Alien rupanya, huh. Hari ini asrama kita ada latihan berenang.”
            “Di cuaca sedingin ini? Ck.”
            “Itu bukan masalah. Oiya, sejak semalam aku tidak melihatmu. Kau tidur di mana?”
            “Semalam? Oh, aku pergi ke klinik karena tidak enak badan. Jadi, mungkin hari ini tidak akan ikut berenang. Bisakah kau mengijinkanku?” Ini akan menjadi kesempatan yang bagus bagi mereka ber2 untuk menyelediki kamar Young Saeng. Kekosongan kedua ini benar-benar menguntungkan.
            “Oh, geurae. Nah, aku pergi dulu ya. Hm, selamat bersenang-senang! Haha tapi kau harus hati-hati karena jika ketahuan kau membawa yeoja, waaa..aku tidak berani membayangkan hukumannya.”
            “Arraseo.”
            Sung Young bernafas lega melihat Jung Min berlari-lari kecil menuju gedung olahraga. Dia segera mengajak Young Je meneruskan perjalanan. Tapi nampaknya yeoja itu hanya terdiam.
            “Hahaha, sudahlah, namja tadi memang seperti itu. Jja!”

            Akhirnya mereka sampai juga di kamar Young Saeng yang memang sangat sepi. Keadaan tidak berubah, bahkan perbuatannya waktu itu masih tertinggal. Mungkin saking kesalnya namja itu menjadi malas untuk beres-beres.
            “Kemarin almari dan lokernya sudah kuselidiki. Jadi kau bisa mencarinya di tempat lain. Kkaja, kita berpencar.”
            Sung Young mulai duluan. Dia berjalan cepat menuju kamar mandi yang memang sengaja dibuat di setiap kamar. Beberapa almari yang di sana tidak luput dari jamahan dan penjelajahannya. Huh, tapi tetap saja. Sung Young tidak menemukan satu benda yang mencurigakan. Yeoja itu terdiam sejenak di depan cermin besar di tembok, merapikan topi dan poninya yang sedikit berantakan gara-gara kejadian tadi. Sejenak peristiwa di depan pintu itu berputar di benaknya.
            “Aish, apa itu tadi.”
            Karena tidak mau berlama-lama, akhirnya Sung Young memutuskan untuk membantu Young Je mencari di kamar.
           
            ‘BRUK!”
            Tiba-tiba seseorang mendorong tubuhnya sehingga membentur dinding, membuat punggungnya sedikit sakit mengingat daritadi terus terbentur. Dengan jelas Sung Young bisa melihat siapa pelakunya. Itu..itu Young Je. Untuk apa yeoja itu melakukan ini? Kedua bahunya ditekan agar terus menempel pada tembok. Sung Young semakin berontak mengingat Young Je sangat dekat, kurang dari 30cm  jarak wajah mereka kini. Antara sadar dan tidak Sung Young seperti melihat kilatan di mata sipit Young Je. Anehnya, Sung Young tidak bisa melawan kekuatan Young Je. Sebenarnya apa yang terjadi!
            “Agh, apa-apaan kau ini?”
            Young Je tidak menjawab, dia malah melepaskan topi yang sedari tadi dikenakan Sung Young. Dilepasnya juga ikatan rambut Sung Young, sebenarnya perlakuan ini membuat Sung Young bergidik, merasa teman barunya ini sangat berbeda.
            “Geumanhae! Se…sebenarnya siapa kau?!”
            “Babo! Apa kau tidak pernah merasa kalau wajahku ini begitu familiar?”
            Young Je, suaranya berubah seketika, tidak seperti yeoja bahkan suaranya barusan terkesan berat yang tentu saja membuat Sung Young tersentak. Young Je atau siapapun itu langsung melepaskan cengkramannya dari bahu Sung Young, dia beralih mencengkram rambutnya. Dan…tada! Fakta di depannya ini membuat Sung Young sangat shock. Bagaimana tidak? Teman baru yang baru kemarin datang ke asrama ternyata…ternyata seorang namja. Parahnya, dia adalah orang yang dianggapnya sebagai tersangka. Hah, pintar sekali Young Saeng menyamar dan mengubah namanya menjadi Young Je. Atau karena memang keempat yeoja itu begitu bodoh sehingga tidak menyadari ada namja yang menyusup ke asrama yeoja?
            Sung Young langsung bungkam. Hatinya benar-benar bekerja keras, keringatbercucuran membasahi kaos putihnya. Apa yang harus dilakukannya? Sung Young sudah ketahuan! Tidak bisa dipungkiri, dia benar-benar takut, tidak mau membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa menimpanya.
            “Oh, benar. Jadi waktu itu kaulah yang mengacak-acak kamarku, huh?”
            Sung Young masih terdiam. Ketakutan 501% menyelimutinya. Dia berniat untuk berlari secepat mungkin kearah pintu. Han..dul…set…
            “Hey, tidak secepat itu!”
            Sial! Dengan sigap Young Saeng menarik lengan Sung Young dan malah menhempaskan yeoja itu ke single bednya. Kali ini ketakutannya berlipat ganda, apalagi ditambah Young Saeng tengah melucuti kemeja pink yang dipakainya. Sung Young hanya bisa terpejam, berdoa semoga dia selamat dari kemungkinan terburuk.
            “Kenapa kau begitu yakin kalau aku yang mencuri pakaian-pakaian dalam yeoja, huh?” Sekejap sedikit keberanian menghampiri Sung Young.
            “Aku menemukan gelang bertuliskan Young Saeng di almariku, tempat di mana salah satu pakaianku dicuri! Kau tidak bisa mengelak lagi!”
            “Ah, ini milikmu.” Young Saeng melemparkan milik Sung Young yang sedari tadi tertempel di tubuhnya*oh my God XD*. Sebuah benda berwarna biru bertuliskan Sung Young di salah satu talinya. Yeoja itu terbelalak dan memasukkan benda itu ke sakunya cepat-cepat. “Aku meminjamnya dari Hyung Jun, ingat kan dengan namja super putih itu? Nah, dialah TERSANGKA yang sebenarnya. Sudah kuperingatkan ia berkali-kali untuk menghentikan hobynya, tapi dasar otak yadong, dia tidak pernah berhenti.”
            Sung Young hanya bisa mengerjap sambil mengalihkan pandangannya, tidak mau melihat namja di depannya sedang dalam keadaan tidak enak untuk dipandang.
            “Lalu, kenapa gelang milikmu ada di almariku.” Sung Young sedikit lega Young Saeng sudah mengenakan kaos coklat.
            “HAH, Hyung Jun itu selain yadong juga pintar sekali mencari masalah. Sudah 3 hari dia meminjam gelangku, huuf tapi pada akhirnya gelangku malah hilang! Dan parahnya gelang itu malah terjatuh di almarimu.”
            “Jadi, kau menyamar hanya untuk mengambil gelang jelek itu?:
            “Pintar sekali! Lalu sekarang di mana gelangnya? Aku tahu kau menyimpannya.”
            “Ummh, ada di meja belajarku.”
            Sung Young langsung bangkit untuk mengambil topinya. Dia merasa Young Saeng tidak akan bertindak macam-macam padanya. Yah, bisa dipastikan, namja itu terlihat baik. Mungkin dia sangat marah karena sudah menemukan fakta. Tapi sekarang nampaknya namja itu terlihat baik-baik saja. Hanya saja daritadi mata Young Saeng tidak pernah lepas dari Sung Young, membuat yeoja itu gugup.
            “Kalau begitu, bisakah nanti jam 4 kita bertemu di jembatan utama? Dan kuharap kau tidak lupa membawa gelangku.”
            “O..oh ne. Jadi aku boleh pergi?”
            “Terserah. Kalau kau mau tetap tinggal di sini juga tidak apa-apa, aku akan sangat senang.” Sung Young hanya mencibir melihat seulas senyum mesum terkembang di wajah Young Saeng. Tapi tidak bisa dibohongi, yeoja itu selalu berdebar.
            “Oiya, aku harap kau bisa membantuku menyelesaikan kasus ini. Jebal.”
            “Geurae, aku akan memaksa bocah itu untuk mengembalikan koleksinya dan meminta maaf.” Sung Young tersenyum lega lalu dia memutuskan untuk segera pergi karena tidak mau membuat jantungnya terus bekerja cepat.

~♂♀~

            “Hey, di mana gelang Young Saeng?”
            Saat di asrama, Sung Young langsung mencari gelang milik Young Saeng yang ditemukan di almari waktu itu. Sung Young yakin kalau gelangnya ia letakkan di atas meja belajar tapi kenapa sekarang tidak ada?
            “Oh, gelang ini? Hehehe aku meminjamnya sebentar.” Kata Misa sambil menunjukkan tangannya yang dililit seutas tali. “Gelang ini bagus.”
            “Aish, sini berikan!”
            “Hey, Sung Young-ah, bagaimana misimu hari ini? Sudah kau temukankah? Oiya di mana Young Je? Aku tidak melihatnya daritadi. Dan oiya aku tidak me__.”
            “Cukup, Hae! Ah, aku harus pergi sekarang.”
            Sung Young bergegas mengambil langkah seribu, menuju keluar, lebih tepatnya menuju jembatan yang menghubungkan wilayah atau lingkungan yeoja dengan lingkungan namja. Sial, ini sudah terlambat 5 menit dari perjanjian.
            Ck, ternyata tidak hanya dia yang terlambat. Bahkan sesampainya di sana, sosok Young Saeng tidak ada. Mau bagaimana lagi, akhirnya Sung Young memutuskan untuk menunggu, bersandar di pembatas jembatan sambil memasukkan tangannya di saku jaket.
            “Kau sudah datang? Mianhae terlambat, tadi aku masih membujuk Hyung Jun agar dia mengembalikan semua koleksinya.” Young Saeng terlihat berpeluh, terlihat dari kaosnya yang sedikit basah. Mungkin dia terus berlari dari asrama.
            “Igeo.”
            Sung Young menyerahkan gelang yang sedaritadi dibawanya. Hanya saja sedari tadi dia terus memalingkan wajah, berpura-pura mengamati sesuatu. Entahlah, setiap bertatap dengan namja itu, rasanya jantungnya akan bekerja lebih cepat. Apalagi saat namja itu tersenyum, dan sialnya namja itu sangat senang tersenyum memamerkan lesung pipinya yang dalam.
            “Gomawo. Hey, sebenarnya apa yang daritadi kau lihat?”
            “O..anieyo. Oiya, mana temanmu yang pervert itu? Ingin sekali aku memukulinya, ck.”
            “Hahaha, aku tahu kau sangat kesal padanya. Tapi dia meminta agar tidak dipermalukan atau dihajar karena sebenarnya dia sangat penakut dan cengeng.”
            “Penakut? Cih, lalu untuk apa dia berani menyusup ke asrama yeoja?”
            “Entahlah, dia memang sedikit gila jika menyangkut obsesinya, hehe.”
            “ Obesesi? Ish, jinja. Oh, ya, apa kau sudah gila menyusup dan menyamar ke asrama yeoja hanya demi gelang jelek dan kuno itu?”
            Young Saeng terdiam, mengamati gelang yang melingkar di tangannya. Sesekali ia tersenyum pada itu, seolah gelangnya adalah benda hidup. Hal itu tentu saja membuat Sung Young heran, apakah namja ini tidak waras?
            “Ah, mungkin menurutmu ini hanyalah gelang butut yang jelek. Yah, memang benar, sih karena aku selalu memakainya. Tapi, aku tidak peduli itu. Gelang ini sangat penting bagiku, bahkan teramat penting. Hah, gelang ini salah satu benda yang aku punya, benda yang bisa mengingatkanku pada sosok yeoja yang aku sayangi. Um, lebih tepatnya ini gelang pemberiannya.” Namja itu ikut bersandar di samping Sung Young, matanya tidak lepas dari gelangnya, terus diamatinya sambil sesekali dielus, pikirannya berkelana ke kejadian masa lampau.
            “Oh, arraseo. Kau pasti sangat menyayangi pacarmu sampai bisa seperti itu.” Mendengar pengakuan Young Saeng tadi membuatnya merasa, entahlah kenapa ada sedikit rasa kecewa dan kesal menyusup di hatinya? Ommo, apa dia cemburu? Apa Sung Young menyukai Young Saeng?
            “Hey, kenapa wajahmu seperti itu?”
            “Wae? Nan gwaenchana!” Kata Sung Young sedikit keras membuat Young Saeng tersentak.
            “Hahaha, biasa saja, deh. Eh, tadi kau bilang apa? Pacar? Hah, apakah seseorang yang disayangi selalu identik dengan pacar?” Kali ini Young Saeng berdiri tegak, menghadap Sung Young.
            “Tentu saja!”
            “Yeoja itu nae eomoni.”
            “Eh?”

            “Hey, kalian!”
            Seorang namja berlari-lari menuju Young Saeng dan Sung Young, memecahkan kecanggungan dan rasa malu yang tadi menyergap Sung Young karena sok tahu. Namja itu, namja berkulit sangat putih. Ah, si pencuri rupanya. Sebelum sampai di jembatan, namja itu berhenti sejenak untuk mengatur nafas.
            “Kau lama sekali.”
            “Mi..mian Young Saeng. Dan..padamu.” Hyung Jun langsung berlutut di hadapan Sung Young yang tentu saja membuat Sung Young terkejut. “Jeongmal jeongmal mianhae, jangan hukum aku. Aku..aku hanya iseng saja mengambilnya, sungguh! Aku tidak menyalahgunakannya. Benda-benda itu hanya tersimpan rapi di almari. Jebal..maafkan aku. Igeo!”
            Sung Young yang masih shock hanya terbengong saat disodori plastic kresek yang dia yakin isinya adalah pakaian-pakaian hasil curian Hyung Jun. Disambarnya cepat kresek itu, tapi Hyung Jun masih pada posisinya bahkan sambil mengatupkan kedua tangannya, memohon.
            “K..kau. Aku hanya meminta dua hal.” Hyung Jun yang sedari tadi menunduk langsung mendongak.
            “Apapun.”
            “Pertama, jangan pernah kau melakukan itu lagi karena perbuatanmu itu benar-benar menjijikkan dan keterlaluan. Yang kedua, berdirilah! Aku tidak suka jika ada seseorang yang berlutut di hadapanku.” Sung Young berniat membantu namja itu berdiri, tapi diluar dugaan, Hyung Jun malah langsung berdiri dan memeluknya kencang. Tak ayal, yeoja itu sangat terkejut dan wajahnya memerah.
            “Gomawoooo…Aku tahu kau yeoja yang sangat baik, bahkan saat pertama bertemu di koridor, saat kau menjadi namja, aku tahu kau sangat baik. Gomawo, gomawo, gomawo.” Hyung Jun melonjak-lonjak senang dengan posisi masih memeluk Sung Young.
            “Heeeeeyyy!! Jangan mengambil kesempatan! Neo jinja!”
            Young Saeng langsung menarik kerah kemeja Hyung Jun dari belakang, mencoba memisahkan dua orang yang sedang berpelukan itu. Matanya menatap Hyung Jun sebal, tak suka. Sementara Sung Young langsung bernafas, mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.
           
            “Huh, geurae, aku akan kembali ke asrama.” Karena tidak mau berlama-lama di depan 2 namja aneh ini –terutama di hadapan Hyung Jun—Dia memutuskan untuk pergi saja.
            “Oiya, aku akan sering-sering datang ke asramamu.”
            “Hey, kau bukan Young Je lagi sekarang!”
            “Hahaha, aku tahu. Tapi aku akan tetap datang.
            “Untuk apa?”
            Young Saeng sedikit mengalihkan wajahnya, mencoba menyembunyikan semburat merah yang tertera di wajah putihnya. Tapi tak lama kemudian dia kembali menatap Sung Young yang menunggu jawaban.
            “Umm…untuk menjalankan sebuah misi.” Sebuah senyum terkembang di wajahnya.
            “Hah, misi? Misi yang seperti apa?” Sebuah senyum juga terkembang di wajah Sung Young, tapi senyum mengejek.
            “Hahaha…misi untuk mendapatkan sesuatu. Sudahlah, lagipula ini rahasia.”
            “Cih, kau ini.” Sung Young langsung berbalik, berlalu meninggalkan dua namja yang masih betah berdiri di jembatan.

            “Nah, sekarang kita juga harus kembali.” Young Saeng merangkul sahabatnya yang sedari tadi hanya terbengong menyaksikan percakapannya dengan Sung Young.
            “A a a~Aku tahu sekarang! Kau jatuh cinta padanya ya?” Hyung Jun terus menggoda Young Saeng selama berjalan menuju asrama, membuat namja itu menoyori kepalanya.
            “Apa-apaan sih kau.”
            Young Saeng langsung melepas rangkulannya, lalu berjalan cepat mendahului Hyung Jun. Dia tidak mau terus-terusan diejek oleh bocah itu, wajahnya sudah cukup memerah sekarang. Yah, walaupun Hyung Jun benar, dia sedang jatuh cinta, jatuh cinta pada yeoja yang beberapa hari menyamar menjadi namja tampan. Dan mengenai sebuah misi untuk mendapatkan sesuatu, sebenarnya itu misi Young Saeng untuk mendapatkan hati Sung Young.

~♂♀~

Flasback

            “ARGH! Bagaiamana bisa kau menghilangkan gelangku, hah?”
            “Maafkan aku Young Saeng-ah, aku benar-benar tidak sengaja.”
            “Harusnya kau lebih berhati-hati! Gelang itu… kau harusnya tahu kan gelang itu sangat berharga!”
            “Sudahlah Young Saeng, Hyung Jun benar-benar tidak sengaja dan dia sudah meminta maaf. Lihatlah, bayi besar itu hampir menangis.”
            “Kyu, kau selalu membelanya. Hah, baiklah, jadi di mana kau menghilangkannya?”
            “Terakhir kali aku pergi ke asrama yeoja, di kamar no.55.”
            “Geurae, aku akan mencarinya sendiri.”
            “Hey, bagaimana bisa kau masuk ke asrama yeoja?”
            “Hm, aku punya ide yang bagus, Kyu.”

♂ THE END ♀

NO PLAGIATOR!!!
NO SILENT READER!!!

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...